Pasangan Suami Istri Menjalani Pernikahan yang Awet Rajet, Ini Dia Sisi Negatif dan Positifnya

Pasangan Suami Istri Menjalani Pernikahan yang Awet Rajet

Pasangan Suami Istri Menjalani Pernikahan yang Awet Rajet, Ini Dia Sisi Negatif dan Positifnya

557
Pernikahan awet rajet pasangan suami istri bukanlah sesuatu yang menyenangkan untuk dijalani. Tapi selalu ada sisi positifnya walaupun hal negatifnya tak bisa dihindari.

Tidak sedikit pasangan suami istri yang terjebak dalam pernikahan yang awet rajet. Bertahan hanya demi buah hati dan sekadar menjaga nama baik dan imej keluarga di masyarakat. Tapi tidak sedikit juga pasangan suami istri yang akhirnya memutuskan untuk keluar dari zona awet rajet ini, karena bertahan pun hanya akan memperburuk keadaan.

Jika Mama tengah mengalami hal yang sama, ada baiknya Mama mengetahui terlebih dahulu sisi negatif dan positif dari pernikahan yang awet rajet ini. Dan bagaimana Mama menyikapi permasalahan ini dengan mempertimbangkan solusi yang ada.


Sisi negatif dari pernikahan awet rajet yang dijalani pasangan suami istri

1. Hilangnya keharmonisan

Sudah bisa dipastikan, setiap waktu ada saja perdebatan dan pertengkaran yang terjadi antara suami istri yang sudah tak saling mencintai. Bahkan hal sekecil apa pun selalu bisa menjadi besar, jika di antara suami istri sudah tidak ada yang mau menekan egonya masing-masing.


BACA JUGA


5 Kunci Mempertahankan Pernikahan yang Baik-Baik Saja Selama 11 Tahun Seperti Nana Mirdad dan Andrew White

5 Kunci Mempertahankan Pernikahan yang Baik-Baik Saja Selama 11 Tahun Seperti Nana Mirdad dan Andrew White

Angka ganjil tahun pernikahan selalu disugesti sebagai angka rawan dan banyak timbul permasalahan. Apa betul? Yuk, kita cari tahu ...

Read more..


2. Kebahagiaan yang hampa

Merasa bahagia tapi hampa, karena semua itu hanyalah sandiwara. Menutupi rasa kecewa dengan berpura-pura baik-baik saja di depan anak-anak dan keluarga, juga semua orang.

Ini sama saja dengan memendam bom waktu antara pasangan suami istri yang sewaktu-waktu bisa meledak dan bisa berakibat sangat fatal.


3. Main drama

Melelahkan sekali jika setiap saat harus berpura-pura merasa baik-baik saja. Mengabaikan kebutuhan batin dan mencari pelarian di luar sana hanya untuk menutupi kebobrokan yang sesungguhnya.

Hidup dalam kepura-puraan dan membohongi diri sendiri ini dilakukan hanya demi kebahagiaan anak-anak dan keluarga yang tentunya tidak akan bahagia melihat penderitaan suami istri yang tengah menjalaninya. Ya, mereka akan bisa merasakan juga akhirnya, bahwa pernikahan itu tidak sehat lagi.

Jadi, untuk apa berpura-pura?


4. Hidup penuh ketidakpastian

Dalam kondisi pasangan suami istri yang sudah tak lagi sejalan dan berbeda visi misi dalam membina rumah tangga, pastinya akan hilang arah dan tak jelas arah tujuan ke depannya.

Hal ini menyebabkan pasangan suami istri ini menjalani pernikahan yang ambigu dan serba tidak pasti kelanjutannya akan seperti apa.


5. Masa depan tidak jelas

Karena tidak adanya kepastian akan keputusan bersama, menyebabkan masa depan bersama pun menjadi tidak jelas mau dibawa ke mana. Hidup penuh keraguan dan saling tidak peduli satu sama lain.


BACA JUGA


Ini Dia 5 Sikap Suami yang Secara Nggak Sengaja Bisa Menghancurkan Pernikahan

Ini Dia 5 Sikap Suami yang Secara Nggak Sengaja Bisa Menghancurkan Pernikahan

Seorang suami memang bertugas untuk melindungi keluarga, membuat istri dan anaknya merasa nyaman dan aman. Apa jadinya kalau suami melakukan ...

Read more..


Dan, ini dia sisi positif menjalani pernikahan awet rajet pasangan suami istri

1. Kebahagiaan anak-anak

Setidaknya anak-anak tetap merasa bahagia karena kedua orang tuanya masih hidup bersama. Ini yang terpenting, mengutamakan kebahagiaan anak-anak yang memimpikan mempunyai keluarga yang utuh selamanya.


2. Psikis anak-anak tidak terganggu

Pasangan suami istri yang masih tinggal dalam satu atap dan tampak rukun senantiasa, akan sangat berpengaruh pada kondisi psikis anak-anak.

Anak-anak akan kehilangan semangat hidup bila kedua orang tuanya tidak lagi ada di kehidupannya secara lengkap. Setiap waktu anak-anak mengetahui bahwa kedua orang tua mereka masih ada, akan sangat berpengaruh sekali terhadap perkembangan mental mereka.


BACA JUGA


Jika Mama Bahagia dengan Pernikahan Mama, Maka Mama Pasti Punya 12 Kebiasaan Ini!

Jika Mama Bahagia dengan Pernikahan Mama, Maka Mama Pasti Punya 12 Kebiasaan Ini!

Pernikahan seharusnya membuat kita bahagia, dan kemudian membawa kebiasaan baru yang makin membuat pernikahan semakin lengkap dan hangat

Read more..


3. Masih bisa memperbaiki masa depan bersama

Setidaknya ketika pasangan suami istri tetap memutuskan untuk hidup bersama, masih ada hal yang bisa dikompromikan berkaitan dengan masa depan anak-anak akan seperti apa. Didorong oleh keberadaan anak-anak, rasa kepedulian masih akan timbul walaupun karena ada rasa kasihan.


4. Masih ada harapan untuk memperbaiki hubungan suami istri

Pikiran manusia bisa saja berubah, ketika pasangan suami istri masih tinggal satu atap, dan salah satunya bisa bersikap manis, tidak menutup kemungkinan hal tersebut bisa mengubah keadaan dengan berubahnya pikiran salah satu pasangan yang merasa dikecewakan.

Bila ada niat baik, segala sesuatunya masih bisa diperbaiki. Betul kan, Ma?


5. Nama baik keluarga tetap terjaga

Jika pasangan suami istri tersebut bisa rapi menyimpan permasalahan rumah tangganya, setidaknya orang luar tidak akan tahu permasalahan yang ada. Mereka akan mengira semuanya baik-baik saja.

Anak-anak dan keluarga besar merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan kebersamaan pasangan suami istri yang masih tinggal di satu atap yang sama.


BACA JUGA


Pernikahan Terancam Bubar? Mungkin Mama Masih Menganut 7 Paham yang Salah Besar Ini!

Pernikahan Terancam Bubar? Mungkin Mama Masih Menganut 7 Paham yang Salah Besar Ini!

Tanyakanlah ke orang tua kita, nenek kakek kita, pernikahan mereka langgeng, justru karena tetap menyukai seseorang dengan segala ...

Read more..


Solusi bagi pernikahan awet rajet yang dijalani oleh para pasangan suami istri

  1. Satu-satunya solusi bagi permasalahan ini adalah komunikasi yang baik.
  2. Jika diperlukan penengah, maka datangilah konsultan pernikahan kalau rembuk bersama orang tua dan keluarga tak juga menemukan kata mufakat untuk menyelesaikan semua permasalahan yang ada.
  3. Pernikahan bukanlah hubungan yang dijalani hanya oleh dua orang saja. Tapi ada keluarga dari dua belah pihak pasangan suami istri, dan juga ada anak-anak yang patut dihargai keberadaannya. Jadi sebaiknya pasangan suami istri juga mendengarkan dan mempertimbangkan segala masukan dari semua pihak yang terkait dalam hubungan ini.


Jika Mama tengah terjebak dalam situasi pernikahan suami istri yang awet rajet ini, semoga Mama segera bisa memutuskan dan mengambil jalan terbaik setelah mengetahui sisi negatif dan positifnya ya. Tak perlu memaksakan diri tapi tetaplah berusaha melakukan yang terbaik ya, Ma.

Stay in love, Mama.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Pasangan Suami Istri Menjalani Pernikahan yang Awet Rajet, Ini Dia Sisi Negatif dan Positifnya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Mel Ara | @melara

Silahkan login untuk memberi komentar