Sekeluarga Hobi Traveling? Ini Dia 6 Hikmah Besar yang Bisa Diambil dari Hobi Satu Ini!

Sekeluarga Hobi Traveling? Ini Dia 6 Hikmah Besar yang Bisa Diambil dari Hobi Satu Ini!

230
Oleh-oleh apa yang sering Mama dapatkan dari hobi traveling yang Mama lakukan bersama keluarga? Semoga bukan hanya berupa makanan dan selfie-welfie saja!

Hobi traveling, siapa yang tidak suka sama aktivitas asyik yang satu ini? Jalan-jalan menjelajah dunia, dan membiarkan mata menyaksikan indahnya setiap sudut di atas benda bulat satu-satunya tempat bersemayam ini. Berkelana dari satu tempat ke tempat lain, apalagi bersama keluarga, merasakan betapa luasnya planet ketiga dalam urutan tata surya ini. Aaah!

Sepertinya, selama bujet memungkinkan sih, kita maunya terus-menerus traveling ya, Ma? Atau, selama si bos membolehkan cuti kerja diperpanjang, dan jika Papa dan anak-anak selalu bisa diajak kompak dalam bepergian. Duh, indahnya dunia!

Etapi, seindah apa, sih dunia ini menurut Mama? Apa yang sekiranya Mama dapat selama perjalanan, selain tentunya koleksi selfie-welfie, dan buku passport yang penuh cap?


Ini dia pengalaman saya serta 6 hikmah yang bisa dipetik dari hobi traveling itu!

Family Discipline

Saya suka dengan kedisiplinan, dan selama masa single, kedisiplinan tidak pernah menjadi masalah. Tapi tidak demikian halnya jika sudah berkeluarga. Anak-anak dengan pemahaman mereka yang seadanya sering menjadi tantangan tersendiri!

Saat anak-anak saya balita dulu, saya bahu-membahu bersama si Papa menerapkan kedisiplinan selama kami melakukan hobi traveling ini. Caranya adalah tetap menjalankan kebutuhan dasar, yaitu makan dan minum, mandi dan toilet, juga beraktivitas dan beristirahat seperti biasanya.

Selama bepergian, kegiatan kami memang dimaksimalkan, tapi tetap memberlakukan peraturan rumahan. Yaitu bangun jam 5, lalu ibadah, bergantian ke kamar mandi, sarapan, dan pergi. Semenarik apa pun tempat di luar sana, kami tetap pulang sebelum jam 10 malam. Kami ingin membuat anak-anak tetap nyaman dengan jam biologis mereka yang biasanya. Bedanya, tempat beraktivitasnya di negeri orang.

Oleh karena itu, saran saya, jika ingin bepergian jauh ke negara lain, pilihlah yang perbedaan waktunya tidak jauh. Kasihan anak-anak jika harus makan dan tidur jauh di luar kebiasaan. Dengan disiplin, kami bisa efektif dalam mengatur jadwal, sekaligus efisien dalam berkegiatan.


BACA JUGA


Mau Traveling Bareng Balita dan Bingung Persiapannya? Berikut Ini Beberapa Tips Praktis yang Bisa Mama Coba!

Mau Traveling Bareng Balita dan Bingung Persiapannya? Berikut Ini Beberapa Tips Praktis yang Bisa Mama Coba!

Melakukan traveling bersama balita itu memiliki tantangan tersendiri, perjalanan menjadi semakin berwarna namun di sisi lain membutuhkan ...

Read more..


Family Cooperation

Masalahnya akan berganti jika anak-anak sudah lebih besar, remaja. Tidak balita berarti sudah punya keinginan dan minat sendiri. Lalu tantangannya pun berganti: menyamakan visi!

Sama dengan Papa, saya sangat menghargai keputusan anak--sebagaimana mereka pun harus menghargai keputusan orang tuanya, termasuk soal hobi traveling kami! Demi sama-sama menghargai, kami harus saling bekerja sama dengan baik.

Caranya adalah membuat jadwal aktivitas seefisien mungkin, dengan win-win solution. Maksudnya, setiap orang dapat jatah meramu aktivitasnya masing-masing sesuai minat. Tapi dari sana, kami harus saling menghargai aktivitas yang lain juga. Jadilah acara penjadwalan itu selalu seru dengan debat, mana tempat yang harus dikunjungi dan mana yang bisa dilewati.

Tidak mengapa jika semua orang berargumen, namun yang pasti, keluarga kami semakin kompak dan saling menghargai!


Food and spices

Dua di atas adalah hikmah secara intern. Selain itu, ada banyak hikmah lain yang kami dapat dari hobi traveling kami, salah satunya adalah makanan dan rempah-rempah.

Semua orang pasti suka mencoba makanan baru, apalagi dari negara orang. Tapi lebih dari sekadar merasakannya, saya juga belajar membuatnya. Di setiap tempat kuliner yang kami kunjungi, tidak akan saya lewatkan hanya dengan memotret makanannya dan memajangnya di media sosial, tapi juga berbicang dengan kokinya untuk minta resep! Ya, saya akan dengan giat mencatatnya, sementara sang koki biasanya akan dengan gembira membeberkannya. Klop, kan!

Nah, sadarkah Mama kalau seblak itu ternyata mirip dengan makaroni schotel ala Italia? Bedanya hanya pada kencur dan pala. Jika seblak lebih terasa segar karena kencur, makaroni schotel lebih terasa hangat karena pala. Ini mungkin karena masalah cuaca, ya? Cara mengolahnya pun hampir sama. Kalau kita cenderung menumis, mereka cenderung memanggang.

Saya bertukar resep dengan koki sebuah resto kecil di Milan, dan entah apakah kokinya mau bereksperimen menyediakan seblak di sana. Hahaha!


BACA JUGA


5 Alasan Mengapa Anak-anak Harus Diajak Traveling Sejak Sekarang, dan Bukannya Menunda Sampai Mereka Besar!

5 Alasan Mengapa Anak-anak Harus Diajak Traveling Sejak Sekarang, dan Bukannya Menunda Sampai Mereka Besar!

Mumpung ada rezeki, ada waktu, ada kesempatan, yuk, ajak anak-anak traveling yang jauh! Karena mereka akan merasakan 5 manfaat ini

Read more..


Animal and Plants

Selain makanan, hewan dan tumbuhan adalah hal-hal menarik berikutnya yang bisa diambil pelajaran selama kita melakukan hobi traveling kita.

So, selalu sempatkan untuk mengunjungi kebun binatang dan taman kota jika sedang traveling ya, Ma, karena mengunjungi mal hanya akan berujung tagihan saja. Hahaha!

Anak-anak selalu suka dengan hewan, apalagi yang terlihat asing baginya. Sewaktu ke Australia beberapa tahun lalu, anak-anak terheran-heran dengan kangguru yang selalu membawa bayinya dalam kantong. Berpuluh pertanyaan berlompatan dari mulut mungil mereka, salah satunya adalah mengapa mamanya ini tidak membeli saja kantong kangguru supaya tidak perlu membawa stroller. Hihihi.

Tanaman juga membawa pesan baik bagi seluruh penduduk bumi. Di India, saya belajar sedikit tentang Ayurvedha. Saya jadi tahu, mana rempah yang paling baik untuk program diet. Mama mau tahu juga? Hmmm, kasih tahu nggak ya? *ngeselin*


Culture dan Heritage

Anak-anak sangat membutuhkan ini untuk disimpan dalam bank memorinya. Mereka perlu tahu bahwa cara bersembahyang kebanyakan orang di India, mirip dengan saudara senegaranya di pulau Bali. Mereka perlu lihat bahwa anak-anak di negeri Sakura sangat rajin dan taat aturan. Perlu dengar juga berbagai bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi, supaya semakin banyak kosakata yang dipelajari, dan jadi sering buka google translate. Hahaha.

Yes, amati baik-baik apa yang terjadi selama di negara orang. Dari cara makan, berpakaian, beribadah, menari, berkomunikasi, karena semua itu adalah bukti kekayaan intelektual bumi ini.

Kekayaan intelektual juga dapat dipelajari dari peninggalan bersejarah dari sebuah peradaban. Seperti Candi Borobudur kita yang agung, yang menandakan betapa beradabnya wangsa Syailendra itu. Thailand juga memiliki banyak temple, yang walaupun bukan dibuat dari batu-batu seperti di Indonesia, tapi tetap mencerminkan kebudayaannya. Candi-candi berwarna kuning emas yang berdiri megah akan menjadi bukti bagi anak-anak saya, bahwa masyarakat negara lain pun punya warisan yang luhur bagi generasi berikutnya.


Be Graceful

Ini adalah hikmah paling penting yang saya rasakan saat melakukan hobi traveling, baik sendiri maupun bersama keluarga. Bersyukur.

Pertama, bersyukur bahwa saya dan keluarga hidup di negara yang damai dan sejahtera ini. Kegiatan ibadah bisa dilakukan dengan khusyuk dan aman di sini. Selain itu, Indonesia juga merupakan salah satu negara yang berlimpah kekayaan alamnya, mengingat India adalah salah satu negara yang sangat menderita karena kelangkaan airnya. Saya tanamkan baik-baik itu dalam pikiran dan hati anak-anak.

Yang kedua, bersyukur bahwa bumi ini masih sangat indah, walaupun banyak yang tidak terpelihara dengan baik. Saya ngeri membayangkan nasib bumi ini, jika semakin banyak yang tidak peduli dengan alam. Sungguh, saya tidak mau masalah dan bencana menjadi penghias dunia, terutama karena generasi penerus kita masih sangat muda dan perlu traveling juga! Mereka perlu hak yang sama untuk menikmati indahnya bumi, bukan?

Oleh karena ini, wahai Mama, yuk senantiasa mengajarkan kebaikan bagi sesama, sekaligus mencontohkan perilaku mencintai alam. Supaya dunia dan bumi ini terus menjadi tempat yang indah dan aman untuk mereka berkelana dan mengumpulkan cerita.


BACA JUGA


Mimpi Traveling Bersama Keluarga ke Luar Negeri? Aminkan, dan Rencanakan Mulai Sekarang!

Mimpi Traveling Bersama Keluarga ke Luar Negeri? Aminkan, dan Rencanakan Mulai Sekarang!

Saya akan pergi traveling bersama keluarga ke luar negeri, ke berbagai tempat indah dan menakjubkan di seluruh penjuru dunia. Aminkan

Read more..


Itu dia 6 hikmah besar yang bisa saya dapatkan dari hobi traveling kami. Bagaimana dengan Mama? Oleh-oleh apa yang sering Mama dapatkan dari hobi traveling yang Mama lakukan bersama keluarga? Semoga bukan hanya berupa makanan dan selfie-welfie saja ya, namun lebih dari itu!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Sekeluarga Hobi Traveling? Ini Dia 6 Hikmah Besar yang Bisa Diambil dari Hobi Satu Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


PutuAyu Winayasari | @ayuwinayasari

A whole-hearted writer. A caring teacher. A Rocking Mama. A loving wife-daughter. Visit me at [email protected] Reach me at [email protected] Or just come by to LIA-Bandung to have some bakso with me :)

Silahkan login untuk memberi komentar