Waspadai 5 Tipe Rekan Kerja Ini Karena Berpotensi Menjadi Musuh Karier Mama di Kantor

Waspadai 5 Tipe Rekan Kerja Ini Karena Berpotensi Menjadi Musuh Karier Mama di Kantor

351
Rekan kerja memang seharusnya menjadi keluarga kedua kita. Tapi, ternyata ada saja rekan kerja yang nggak cocok sama kita.

Ada memang tipe rekan kerja yang sebaiknya nggak usah didekati selama Mama berada di kantor. Mereka biasanya punya satu motif, yaitu membuat karier Mama berantakan.

Bukannya suudzon sih, tapi kadang ya memang begitu kenyataannya. Namanya juga karier, kadang ada saja persaingan yang terjadi. Mungkin memang di kantornya, suasana tersebut dibangun demi bisa mencapai target bersama.

Persaingan sih biasa ya, Ma. Yang malesin adalah kalau kita mesti terlibat di persaingan yang nggak sehat antar rekan kerja, saling menjatuhkan dengan cara-cara yang nggak baik.

Hvft! Beban banget, di samping kerjaan sendiri mesti selesai, kita pun mesti bagi tenaga dan pikiran untuk hal-hal yang sebenarnya nggak perlu terjadi ini.

Sandarkan kepala, pejamkan mata, dan biarkan pikiran melayang ke masa awal perjalanan karier Mama dulu, untuk mengintrospeksi segalanya. Termasuk, siapa sajakah sebenarnya rekan kerja yang kerap mempersulit langkah Mama di kantor.


BACA JUGA


9 Cara Atasi Hubungan Kerja yang Buruk dan Konflik Antar Rekan Kerja

9 Cara Atasi Hubungan Kerja yang Buruk dan Konflik Antar Rekan Kerja

Hubungan kerja yang memburuk kerap terjadi. Bumbu, katanya. Bener nggak, Ma? Tapi, jangan sampai hubungan kerja ini mengganggu kenyamanan ...

Read more..


Coba deh, beri checklist yang mana karakter rekan kerja Mama yang harus diwaspadai karena berpotensi menjadi musuh dalam karier Mama di kantor berikut ini.

1. Switchblade


Ini dia rekan kerja yang bisa jadi musuh utama dan sepertinya yang paling berbahaya.

Mama mungkin berpikir mereka ini adalah teman, namun Mama salah. DI depan Mama, ia bersikap bak teman baik dengan mengajak Mama makan siang sambil mengungkapkan rasa nggak sukanya pada semua orang di kantor, kecuali Mama, sahabatnya.

Mama pikir, ia berkata jujur, tapi ternyata ia seorang switchblade!

Minggu depannya, ia pergi dengan rekan kerja yang lain yang ia bicarakan di depan Mama kemarin, dan mengungkapkan rasa tidak sukanya pada Mama. Yang ia inginkan adalah memancing Mama untuk menimpali ceritanya, dan berbuat seolah hanya Mama yang membicarakan kejelekan rekan kerja lainnya.

Ia akan secara perlahan menyingkirkan Mama.

Well, jika bertemu dengan rekan kerja tipe ini, cara terbaik adalah menahan diri untuk tidak terpancing dengan segala ucapannya.


2. Si Muka Senyum


Hampir mirip tipe pertama, Ma. Di depan Mama rekan kerja satu ini akan senantiasa tersenyum layaknya malaikat.

Dengan senyum yang tersungging, ia bersikap seolah ia adalah teman yang siap membantu. Padahal, di belakang Mama ia merencanakan sesuatu yang licik. Semisal, membuat gurauan tentang kesalahan Mama yang tak sengaja Mama buat dan kebetulan hanya ia yang tahu.

Dengan mengungkapkan kesalahan melalui celetukan bernada humor, ia pun menikam Mama secara tersirat dan membiarkan orang lain memikirkan perkataannya.

Sering kali saat Mama dimarahi bos, ia akan tersenyum lalu mungkin akan mengusap-usap punggung Mama.

Kalau ia beraksi demikian, berikan respon dengan bertanya langsung padanya, Ma, “Apanya yang lucu? Kok senyum-senyum?”

Cara untuk menerka senyuman itu palsu atau tidak adalah dengan memperhatikan mimik wajahnya. Karena menurut Dr. Paul Ekman, Profesor Psikologi dari University of California, jika alis dan kelopak mata seseorang tidak bergerak saat tersenyum, maka waspadalah. Ini bisa berarti senyumnya palsu.

Ouch!


3. Minute Man


Jangan pernah menyepelekan karakter si minute man ini, Ma. Tipe rekan kerja yang seperti ini adalah musuh yang andal dalam membuang waktu Mama.

Semisal, saat Mama sedang bergegas menuju ruang meeting untuk bertemu klien penting, imaka a akan menghentikan langkah Mama dan menanyakan hal-hal nggak penting untuk membuat Mama terlambat ke ruang meeting.

Atau, mungkin saat Mama sedang asyik lembur, ia menghampiri dan berceloteh tiada henti tentang kehidupan pribadinya yang nggak penting.

Ya, sekali lagi, tujuannya adalah untuk menghabiskan waktu Mama. Akibatnya pekerjaan tak kunjung selesai dan energi Mama untuk lembur pun terbuang percuma.

Saat bertemu dengan orang semacam ini, triknya adalah rendahkan nada bicara dan pasang ekspresi tidak tertarik, setiap kali ia menghampiri.

Jika ia tak kunjung pergi, segera katakan saja, "Aku cuma punya waktu 3 menit yah. Lagi banyak kerjaan nih!”


BACA JUGA


Mau Sukses? Lakukan 3 Tips Sukses Seni Bergaul di Kantor ini Untuk Karier yang Lebih Cemerlang!

Mau Sukses? Lakukan 3 Tips Sukses Seni Bergaul di Kantor ini Untuk Karier yang Lebih Cemerlang!

Nggak butuh tips sukses bergaul di kantor? Wah, padahal mungkin karena itu karier Mama stuck di situ saja lho! Coba deh, simak, hanya perlu ...

Read more..


4. Si sok tahu


Terjebak di situasi di mana rekan kerja kerap berbicara, sementara Mama lagi butuh ketenangan?

Yah, itu biasa sih. Tapi masalahnya, si orang ini ngomongnya soal kinerja Mama yang dinilainya tak bagus lalu memberikan masukan-masukan nggak penting yang sama sekali tak memberi keuntungan untuk Mama.

Misalnya nih, ia bilang, “Wah, pantas saja kamu lembur. Mestinya pas ketemu klien kemarin, kamu bilang bla bla bla jangan bla bla bla ….”

Menggurui. Itu dia.

Ia pun terus bercerita bagaimana ia begitu sukses dan berprestasi di kantor, padahal itu sudah bertahun-tahun yang lalu.

Untuk mengatasi ke-sok tahu-annya, kalau ia mulai membual dan sok pintar, coba tanyakan dari mana sumber informasi darinya itu, Ma. Kalau ia bilang baca di internet, mintalah ia menunjukkannya pada Mama.

Atau, biarkan saja ia berceloteh, Ma. Mama tetap fokus pada pekerjaan Mama dengan cara Mama sendiri, asalkan bos sudah menyetujui.


5. Bulldozer


Office bully. Yep, selalu ada di kantor mana pun.

Berkedok kekuasaan, tipe rekan kerja terakhir ini kerap menindas rekan kerja yang lain dengan berbagai cara, apalagi kalau ia punya bawahan. Mulai dari meminta bawahannya membuatkan kopi, menjadikan rekan kerja yang baru masuk sebagai asisten pribadi, hingga mengakui pekerjaan orang lain sebagai hasil kerjanya sendiri.

Memang ada sih, Ma, tipe yang begini, dan biasanya jika ia baru saja keluar dari kantor lamanya, ia pun akan melakukan tindakan serupa dan mencari mangsa lagi di kantor baru.

Susahnya lagi, biasanya orang-orang seperti ini tuh punya kedudukan di atas. Satu-satunya cara untuk menghadapinya adalah dengan mengadukan tindakan mereka pada pihak yang kedudukannya lebih tinggi lagi, atau ke bagian HRD.

Tapi ingat, tetaplah mengadu dengan baik dan dengan kata-kata yang halus. Kalau bisa sih, si bulldozer ini juga jangan sampai tahu kalau Mama mengadukannya.


BACA JUGA


Mempunyai Karier Sesuai Kepribadian? Mengapa Tidak?

Mempunyai Karier Sesuai Kepribadian? Mengapa Tidak?

Punya karier sesuai kepribadian pasti akan lebih menguntungkan bagi kita untuk bisa survive menjalani hari yang mungkin akan penuh tekanan

Read more..


Yah, bergaul di dunia kerja memang ada seninya tersendiri sih. Bagaimanapun, Mama kan merupakan bagian dari tim, jadi memang sedikit banyak mesti bisa mengelola ego diri sendiri. Tapi kalau semisal kita sudah punya kinerja baik, tapi digangguin oleh rekan kerja yang lain (baca: yang sirik), ya kita mesti bertindak.

Sukses selalu, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Waspadai 5 Tipe Rekan Kerja Ini Karena Berpotensi Menjadi Musuh Karier Mama di Kantor". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dewi Kamaratih | @DewiKamaratih

A mom. A wife. A fighter.

Silahkan login untuk memberi komentar