Waspadai Skoliosis - Tak Kasatmata Namun Sangat Berdampak Besar untuk Tumbuh Kembang Anak

Waspadai Skoliosis - Tak Kasatmata Namun Sangat Berdampak Besar untuk Tumbuh Kembang Anak

254
Skoliosis adalah melengkungnya tulang belakang ke samping yang memiliki dampak besar pada tumbuh kembang anak.

Sekilas Mama mungkin bertanya, apa itu skoliosis, dan apa faktor penyebabnya? Banyak di antara kita yang belum sadar akan dampak dari skoliosis, apalagi yang terjadi pada anak-anak. Padahal, mungkin saja Mama sering melihat seseorang yang memiliki kelainan ini, namun Mama tidak cukup sadar akan kehadiran skoliosis di tengah-tengah lingkungan Mama.

Lalu seperti apa skoliosis ini? Yuk, cari tahu fakta tentang skoliosis, dan ketahui seberapa besar pengaruh pada tumbuh kembang anak.

Apa itu skoliosis?

Photo Credit : Well - The New York Times

Skoliosis adalah suatu kondisi melengkungnya tulang belakang ke samping secara tidak normal. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, bahkan anak-anak dan baru bisa diketahui ketika anak-anak sudah mengalami usia pubertas, yaitu kisaran usia 10 hingga 15 tahun.

Skoliosis bisa menyerang pada anak laki-laki maupun perempuan, namun anak perempuan lebih rentan mengalami skoliosis berat sehingga perlu penanganan lebih untuk melakukan perawatan.

Skoliosis bermula saat masa kanak-kanak dan bertambah buruk ketika beranjak dewasa. Hal inilah yang harus Mama perhatikan ketika si kecil sudah menunjukan kelainan tulang agar bisa melakukan perawatan sedini mungkin.


BACA JUGA


Sering Mengalami Badan Pegal? Waspada, Karena Bisa Menjadi Indikasi Penyakit yang Serius!

Sering Mengalami Badan Pegal? Waspada, Karena Bisa Menjadi Indikasi Penyakit yang Serius!

Badan pegal sering diremehkan. Ah, paling-paling hanya karena kelamaan duduk. Tapi, hati-hati. Kalau nggak sembuh juga, berarti ada yang ...

Read more..


Faktor penyebab skoliosis

Photo Credit : Catching Health with Diane Atwood

Penyebab dari skoliosis bisa dari beberapa faktor, Ma.

Banyak anak yang mengalami skoliosis, karena bawaan dari kelainan yang terjadi dalam kehidupan si kecil saat masih di dalam rahim, sehingga timbul cacat tulang belakang dan menyebabkan tulang belakang menjadi abnormal.

Ada juga skoliosis sekunder yang disebabkan oleh penyakit. Biasanya karena gangguan saraf otot, seperti cerebral palsy, polio, ataupun cacat tabung saraf.

Terakhir scoliosis idiopatik, yang merupakan kasus skoliosis yang tidak diketahui penyebabnya. Scoliosis idiopatik diderita sebanyak 80% dari jumlah penderita skoliosis.

Ada beberapa penelitian, jika anak yang menggunakan tas tidak benar atau dengan salah satu bagian bahu saja bisa menjadi pencetus terjadinya skoliosis. Wah! Tentunya hal ini seharusnya bisa membuat Mama lebih waspada agar si kecil tidak terkena dampak dari penggunaan tas yang salah, dan juga perhatikan ketika anak sedang duduk. Berhati-hatilah jika anak hanya duduk miring di satu tempat saja, karena bisa juga menyebabkan skoliosis.


Gejala skoliosis

Photo Credit : TheJournal

Gejala yang paling jelas dari skoliosis adalah kelengkungan tulang belakang yang sangat terlihat. Biasanya hal ini tak terlihat dari waktu ke waktu, sehingga membuat kita terlambat melakukan perawatan di awal kejadian.

Bagi sebagian orang, skoliosis bisa membuat bahu pinggul terlihat lebih tinggi dari sisi lain. Tulang rusuk juga bisa muncul di satu sisi yang disebabkan oleh perputaran dada dan tulang rusuk.

Skoliosis awal tidak akan terasa menyakitkan. Namun, jika sudah memburuk, penderita skoliosis akan mengalami nyeri punggung hingga sakit pada bagian jantung dan paru-paru. Hal ini akan menyebabkan sesak napas dan nyeri dada yang bisa mengganggu anak beraktivitas.


BACA JUGA


Ini  Dia 6 Penyakit Anak yang Sangat Berbahaya dan Bisa Mengancam Nyawanya

Ini Dia 6 Penyakit Anak yang Sangat Berbahaya dan Bisa Mengancam Nyawanya

Anak-anak wajar kalau rentan penyakit. Tapi untuk 6 penyakit anak ini, jangan pernah disepelekan

Read more..


Cara diagnosis skoliosis

Photo Credit : SingHealth

Seperti yang sudah disebutkan di atas, biasanya skoliosis baru bisa terdekteksi ketika anak sudah mengalami pubertas.

Untuk itu, Mama bisa membawa si kecil ke dokter untuk pemeriksaan fisik lebih lanjut, seperti bahu, tulang belakang, tulang rusuk dan pinggul. Dokter akan memeriksa untuk melihat tonjolan pada salah satu bagian tersebut.

Selanjutnya, bisa melakukan X-ray untuk melihat sudut lengkungan tulang dan memastikan diagnosis skoliosis. Biasanya dokter ortopedi akan menyarankan tes lanjutan seperti CT scan atau MRI scan jika dicurigai adanya tumor.


Cara perawatan skoliosis

Photo Credit : SlideShare

Ketika anak dinyatakan menderita skoliosis, Mama harus mencari tahu tingkat keparahan, lokasi dan pola lengkungannya, baru kemudian Mama bisa melakukan perawatan.

  • Observasi dengan melakukan pemeriksaan dan X-ray dapat dilakukan setiap 2 bulan hingga 6 bulan untuk memantau perkembangan lengkungan. Karena kebanyakan skoliosis yang diderita anak-anak tidaklah parah dan tidak perlu melakukan perawatan secara khusus, karena tulang yang melengkung dapat kembali normal bersama perkembangan anak.
  • Penyangga diperlukan untuk menghentikan lengkungan pada tulang belakang bertambah parah, dan biasanya diberikan kepada anak-anak dalam usia pertumbuhan. Penyangga memang tidak bisa menyembuhkan dampak dari skoliosis namun bisa mencegahnya bertambah parah.
  • Obat merupakan diberikan pada penderita skoliosis yang sudah dewasa dan bertujuan untuk meredakan nyeri. Jika kondisi penderita cukup parah, dokter akan menyuntikan obat steroid untuk meredakan nyeri, walau hanya untuk jangka pendek.
  • Operasi dilakukan jika perawatan skoliosis tidak berhasil. Operasi akan dilakukan untuk memperkuat tulang belakang dengan menggunakan sekrup dan tangkai baja.


BACA JUGA


Yuk, Ma, Kenali Penyakit Williams-Beuren Syndrome dan juga Para Penyandangnya, Agar Mama Lebih Aware!

Yuk, Ma, Kenali Penyakit Williams-Beuren Syndrome dan juga Para Penyandangnya, Agar Mama Lebih Aware!

Para penyandang Williams-Beuren Syndrome pada umumnya memiliki kesulitan dalam membayangkan bentuk atau kurang dalam kemampuan spasial, ...

Read more..


Skoliosis salah satunya memang penyakit bawaan, tetapi kini makin banyak anak-anak terkena penyakit ini dikarenakan kesalahan yang tidak kita sadari, Ma. Skoliosis bisa mengganggu tumbuh kembang anak akibat dari terganggunya pertumbuhan tulang belakang dan sistem saraf, bisa menimbulkan rasa nyeri, mengganggu jantung dan juga paru-paru.

Yuk, lakukan deteksi dini pada si kecil sebelum semakin bertambah parah.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Waspadai Skoliosis - Tak Kasatmata Namun Sangat Berdampak Besar untuk Tumbuh Kembang Anak". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Letta diva | @Vinaleta

Silahkan login untuk memberi komentar