Sistem Koordinasi Manusia

Sistem Koordinasi Manusia

Sistem saraf mempunyai tiga fungsi utama, yaitu menerima informasi dalam bentuk rangsangan atau stimulus berupa perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan; memproses informasi yang diterima; serta memberi tanggapan (respons) atau reaksi terhadap rangsangan.

Bagian terkecil dari sistem saraf adalah sel saraf atau Setiap satu sel saraf umumnya mempunyai bagian utama yang berupa dendrit, akson, dan badan sel saraf.

Menurut cara kerjanya, sistem saraf manusia dapat dibedakan menjadi saraf sadar dan saraf tak sadar.

Gerak yang dilakukan manusia ada dua macam, yaitu gerak biasa dan gerak refleks. Gerak biasa merupakan gerak yang berlangsung dengan disadari, sedangkan gerak refleks merupakan gerak spontan atau tiba-tiba terhadap suatu rangsangan yang tidak disadari sebelumnya.

Indra merupakan organ yang berfungsi menerima jenis rangsangan tertentu atau disebut reseptor. Manusia mempunyai lima macam indra, yaitu indra penglihat, pendengar, peraba, pembau, dan pengecap.

Indra penglihatan manusia berupa mata.

Indra pendengaran manusia berupa telinga. Telinga terdiri atas tiga bagian utama, yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Telinga luar berfungsi untuk menangkap getaran bunyi, sedangkan telinga tengah berfungsi meneruskan getaran bunyi dari telinga luar ke telinga dalam.

Indra peraba manusia berupa kulit. Selain sebagai alat peraba, kulit juga berfungsi sebagai alat pelindung tubuh, alat pengatur suhu, dan alat pengeluaran keringat serta minyak.

Indra pembau manusia berupa hidung. Ujung-ujung saraf pembau terletak di rongga hidung bagian atas. Manusia mempunyai 10 sampai 20 juta sel pembau (sel olfaktori).

Indra pengecap manusia berupa lidah. Dengan lidah manusia mampu mengecap empat macam cita rasa, yaitu manis, asin, asam, dan pahit.

You May Also Like

About the Author: Yervi Hesna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *