April 24, 2024

Terra (LUNA) adalah salah satu proyek blockchain yang menarik perhatian dalam ekosistem kripto berkat fokusnya pada stabilcoin dan pembayaran terdesentralisasi. Dengan stabilitas sebagai tujuan utamanya, Terra memperkenalkan serangkaian inovasi dalam upaya untuk menghadirkan sistem pembayaran yang efisien dan dapat diandalkan di seluruh dunia. Artikel ini akan menjelajahi asal usul Terra (LUNA), perjalanan proyek ini hingga saat ini, dan dampaknya dalam dunia kripto.

Awal Mula dan Pendirian

Terra didirikan pada tahun 2018 oleh sekelompok pengusaha dan pengembang yang tergabung dalam Terraform Labs. Salah satu pendiri utama proyek ini adalah Daniel Shin, seorang pengusaha sukses asal Korea Selatan. Bersama dengan timnya, mereka memiliki visi untuk menciptakan sistem pembayaran yang lebih murah, cepat, dan stabil melalui pemanfaatan teknologi blockchain.

Fokus pada Stabilcoin

Pada awalnya, Terra berfokus pada pengembangan stablecoin, sebuah jenis aset kripto yang nilainya diikat secara stabil terhadap mata uang fiat atau aset lainnya. Stablecoin yang pertama kali diluncurkan oleh Terra adalah Terra (UST), yang nilainya diikat dengan dolar Amerika Serikat (USD). UST dirancang untuk menjadi stabil dan dapat diterima secara luas di seluruh dunia.

Protokol Terra dan LUNA

Terra menggunakan protokol blockchain yang terdesentralisasi untuk mengelola dan mengatur stablecoin UST. Salah satu aset kripto yang memainkan peran penting dalam ekosistem Terra adalah LUNA. LUNA adalah token utilitas yang mendukung ekosistem Terra, dan memiliki beberapa fungsi, termasuk sebagai jaminan untuk stabilcoin UST dan dalam mekanisme pengaturan pasokan.

Ekosistem dan Kemitraan

Terra telah membangun ekosistem yang berkembang pesat, dengan berbagai aplikasi dan proyek yang memanfaatkan infrastruktur dan stablecoinnya. Ini termasuk aplikasi pembayaran, pasar keuangan terdesentralisasi (DeFi), dan platform perdagangan. Terra juga telah menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan besar dan lembaga keuangan, memperluas jangkauan dan adopsinya di seluruh dunia.

Masa kejayaan Terra Luna

Pada April 2022,Terra Luna berada pada masa puncak kejayaan atau memiliki harga tinggi yakni 119 dollar AS atau sekitar Rp 1,7 juta per keping koin. Sejak tahun 2022 koin Terra Luna masih terbilang stabil dan ramai.

Penyebab Kebangkrutan Terra Luna

Penyebab anjloknya harga Terra Luna yang begitu cepat karena perubahan dinamika pasar uang kripto. Ini juga didukung lantaran lesunya harga stablecoin Terra USD (UST), yang berkaitan erat dengan Terra Luna. Tanggal 13 Mei 2022 harga UST berada di level 0,113679 dollar AS, atau setara Rp 1.665. Hal ini terjadi setelah jumlah UST yang dikelola platform Decentralized Finance (DeFi), Anchor, amblas dari 14 miliar dollar AS ke 8 miliar dollar AS. Akibatnya, investor kemungkinan banyak yang menukar stablecoin UST ke token Luna, seperti skenario di atas. Inilah yang membuat ketersedian token Luna membludak, sehingga harganya anjlok dengan cepat. Seharusnya secara algoritma, ketika harga UST jatuh seperti saat ini, penstabilan harga bisa dilakukan dengan cara menghancurkan ketersedian UST yang berlimpah. Konsekuensinya, ketersediaan Luna juga otomatis ikut bertambah banyak. Semakin banyak ketersediaan aset kripto, ini dapat membuat harga semakin rendah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

luxury89
nusa89
agen89
cpgtoto
karirtoto
lotte4d
mcdbola
rumpitoto
situstogel88
tongtoto
rtp karirtoto
slot anti lag
luxury89
nusa89
agen89
cpgtoto
karirtoto
lotte4d
mcdbola
rumpitoto
situstogel88
tongtoto
luxury89
nusa89
otonomi.co.id
cpgtoto
karirtoto
lotte4d
mcdbola
rumpitoto
situstogel88
tongtoto
rtp karirtoto
slot anti lag
BMW777